Wajib Tahu! Perbedaan “Will” dan “Would” serta Penggunaannya

“Will” dan “Would” adalah modal verbs dalam bahasa Inggris yang sering digunakan untuk menyatakan keinginan, kemungkinan, atau tindakan di masa depan. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam penggunaan.

1. Penggunaan “Will”

👉 “Will” digunakan untuk menyatakan sesuatu yang pasti terjadi di masa depan.
Struktur:
📌 Subject + will + Verb (V1)

Contoh:

  • I will call you tomorrow. (Saya akan meneleponmu besok.)
  • She will be here in an hour. (Dia akan di sini dalam satu jam.)

🔹 Fungsi “Will”
✔ Menyatakan rencana atau keputusan spontan

  • I will help you with your homework. (Saya akan membantumu dengan PR-mu.)
    ✔ Prediksi masa depan
  • It will rain tomorrow. (Akan hujan besok.)
    ✔ Janji atau komitmen
  • I will always love you. (Saya akan selalu mencintaimu.)

2. Penggunaan “Would”

👉 “Would” adalah bentuk lampau dari “Will” atau digunakan untuk menyatakan kemungkinan, permintaan sopan, dan situasi imajiner.
Struktur:
📌 Subject + would + Verb (V1)

Contoh:

  • If I were rich, I would buy a big house. (Jika saya kaya, saya akan membeli rumah besar.)
  • I would like a cup of coffee, please. (Saya ingin secangkir kopi, tolong.)

🔹 Fungsi “Would”
✔ Bentuk lampau dari “Will”

  • She said she would come later. (Dia bilang dia akan datang nanti.)
    ✔ Kalimat pengandaian (Conditional)
  • If I had wings, I would fly. (Jika saya punya sayap, saya akan terbang.)
    ✔ Permintaan sopan
  • Would you help me? (Bisakah kamu membantuku?)
    ✔ Kebiasaan di masa lalu
  • When I was a child, my grandfather would tell me stories. (Saat kecil, kakek saya sering menceritakan kisah.)

Kesimpulan Perbedaan “Will” dan “Would”

WillWould
Untuk masa depan yang pastiUntuk kemungkinan atau situasi imajiner
Keputusan spontanBentuk lampau dari “Will”
Janji atau prediksiPermintaan yang lebih sopan
Kebiasaan di masa lalu