Kolaborasi Pengabdian Dosen UMA dan UMN Al-Washliyah di Desa Batu Penjemuran, Kec. Namorambe, Deli Serdang

Healthy Aldriany Prasetyo mengatakan, dalam rangka meningkatkan inovasi, kreatifitas, dan kearifan lokal Indonesia salah satunya adalah dengan mensosialisasikan dan mengedukasi pembuatan produk obat kumur (mouthwash) antiseptik berbahan dasar herbal daun salam yang mudah diperoleh di Indonesia, yang dapat melawan bakteri penyebab gigi berlubang dalam meningkatkan usaha industri rumah tangga atau UMKM kepada ibu-ibu PKK di Desa Batu Penjemuran.

Katanya, kebersihan gigi yang tidak diperhatikan dapat menyebabkan berbagai penyakit gigi dan mulut, seperti plak pada gigi, sariawan dan bau mulut. Terbentuknya plak pada gigi menyebabkan karies gigi (gigi berlubang).

Karies gigi disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans yang merupakan bakteri kariogenik. Plak dan karies gigi dapat dicegah dengan menggunakan obat kumur (mouthwash) untuk membersihkan kotoran yang tidak terjangkau saat menyikat gigi.

Obat kumur bermerek komersil sebagian besar mengandung bahan kimia Chlorhexidine. Penggunaan senyawa Chlorhexidine memiliki efek mutagenic pada mulut, dan jika digunakan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping bagi penggunanya.

Lebih jauh katanya dari hasil penelitian daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) adalah salah satu tanaman yang diketahui memiliki senyawa sebagai antibakteri.

Pemanfaatan bahan alaminya dapat mengurangi penggunaan bahan sintetik dalam pembuatan obat kumur. Ekstrak daun salam dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan obat kumur (mouthwash) dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. mutans dan beberapa orang menggunakan tanaman tradisional sebagai pengobatan karies gigi.